Sejarah Masakan Rendang Dari Padang Indonesia
Sejarah Rendang
Jika ditelusuri, makanan bercita rasa
unik ini berasal dari Sumatera, khususnya daerah Minangkabau. Rendang
sudah ada sejak dahulu dan telah menjadi masakan tradisi yang
dihidangkan dalam berbagai acara adat dan hidangan keseharian bagi
masyarakat minangkabau. Sebagai masakan tradisi, makanan diduga telah
lahir sejak orang Minang menggelar acara adat pertamanya. Karena
kelezatan rasa dari rendang ini, kemudian seni memasak rendang
berkembang ke kawasan serantau berbudaya Melayu lainnya; mulai dari
Mandailing, Riau, Jambi, hingga ke negeri seberang di Negeri Sembilan
yang ternyata banyak dihuni oleh perantau asal Minangkabau. Oleh karena
itulah rendang dikenal luas baik di Sumatera dan Semenanjung Malaya.
Sebagai kekayaan kuliner ranah Minang yang sudah diakui kelezatannya di
dunia, rendang memiliki keunikan dan tradisi pembuatan yang memikat.
Tiap tiap daerah di Sumatra Barat punya racikan atau resep tersendiri
dan rendangpun tak melulu terbuat dari daging sapi, namun banyak varian
daging lainnya.
Rendang merupakan masakan yang kaya akan
bumbu rempah. Bahan dasar yang paling terkenal adalah daging, selain
itu rendang juga menggunakan santan kelapa (karambia), dan campuran dari berbagai bumbu khas yang dihaluskan di antaranya cabai (lado), serai, lengkuas, kunyit, jahe, bawang putih, bawang merah dan aneka bumbu lainnya yang sering disebut sebagai pemasak.
Keunikan rendang dibandingkan dengan masakan lainnya adalah penggunaan
bumbu-bumbu alami yang bersifat antiseptik dan membunuh bakteri patogen
sehingga dapat digunakan sebagai bahan pengawet alami. Bumbu lain
seperti Bawang putih, bawang merah, jahe, dan lengkuas diketahui
memiliki aktivitas antimikroba yang kuat. Berdasarkan ulasan mengenai
bumbu tersebut, tidak mengherankan jika rendang dapat bertahan hingga
tiga bulan, jika dalam proses pemasakan kuah dibuat benar benar sampai
kering. Proses memasak rendang asli bisa menghabiskan waktu berjam-jam
(biasanya sekitar delapan jam)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar