Senin, 02 Februari 2015

mau tau sejarah rendang? liat aja dulu...

Sejarah Masakan Rendang Dari Padang Indonesia



Sejarah Rendang
Jika ditelusuri, makanan bercita rasa unik ini berasal dari Sumatera, khususnya daerah Minangkabau. Rendang sudah ada sejak dahulu dan telah menjadi masakan tradisi yang dihidangkan dalam berbagai acara adat dan hidangan keseharian bagi masyarakat minangkabau. Sebagai masakan tradisi, makanan diduga telah lahir sejak orang Minang menggelar acara adat pertamanya. Karena kelezatan rasa dari rendang ini, kemudian seni memasak rendang berkembang ke kawasan serantau berbudaya Melayu lainnya; mulai dari Mandailing, Riau, Jambi, hingga ke negeri seberang di Negeri Sembilan yang ternyata banyak dihuni oleh perantau asal Minangkabau. Oleh karena itulah rendang dikenal luas baik di Sumatera dan Semenanjung Malaya. Sebagai kekayaan kuliner ranah Minang yang sudah diakui kelezatannya di dunia, rendang memiliki keunikan dan tradisi pembuatan yang memikat. Tiap tiap daerah di Sumatra Barat punya racikan atau resep tersendiri dan rendangpun tak melulu terbuat dari daging sapi, namun banyak varian daging lainnya.
Rendang merupakan masakan yang kaya akan bumbu rempah. Bahan dasar yang paling terkenal adalah daging, selain itu rendang juga menggunakan santan kelapa (karambia), dan campuran dari berbagai bumbu khas yang dihaluskan di antaranya cabai (lado), serai, lengkuas, kunyit, jahe, bawang putih, bawang merah dan aneka bumbu lainnya yang sering disebut sebagai pemasak. Keunikan rendang dibandingkan dengan masakan lainnya adalah penggunaan bumbu-bumbu alami yang bersifat antiseptik dan membunuh bakteri patogen sehingga dapat digunakan sebagai bahan pengawet alami. Bumbu lain seperti Bawang putih, bawang merah, jahe, dan lengkuas diketahui memiliki aktivitas antimikroba yang kuat. Berdasarkan ulasan mengenai bumbu tersebut,  tidak mengherankan jika rendang dapat bertahan hingga tiga bulan, jika dalam proses pemasakan kuah dibuat benar benar sampai kering. Proses memasak rendang asli bisa menghabiskan waktu berjam-jam (biasanya sekitar delapan jam)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar